Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi – Kehidupan bersama dalam suatu kelompok masyarakat melahirkan kebudayaan yang berisi tujuan-tujuan bersama dan cara-cara yang diperkenankan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sebagai akibat dari proses sosialisasi, individu-individu belajar mengenali tujuan-tujuan kebudayaannya. Selain itu, mereka juga mempelajari cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan yang selaras dengan kebudayaannya.

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi

Jika kesempatan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tidak terdapat, setiap individu mencari cara lain yang kadang-kadang menimbulkan penyim pangan. Apalagi jika tiap individu diberi kesempatan untuk memilih cara-caranya sendiri, kemungkinan perilaku menyimpang yang terjadi akan semakin besar.

Baca juga:

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi

Ada beberapa sebab perilaku menyimpang dalam sosiologi yang dapat dilihat dari hal-hal berikut ini:

1) Perilaku Menyimpang Karena Sosialisasi

Teori ini didasarkan pada pandangan bahwa dalam kehidupan masyarakat ada norma inti dan nilai-nilai tertentu yang disepakati oleh seluruh anggotanya. Teori ini menekankan bahwa perilaku sosial, baik yang bersifat menyimpang maupun tidak, dikendalikan oleh norma-norma dan nilai-nilai yang dihayatinya. Perilaku menyimpang disebabkan oleh adanya gangguan pada proses penghayatan dan pengamalan nilai-nilai tersebut dalam perilaku seseorang.

Seseorang biasanya menghayati nilai-nilai dan norma-norma dari beberapa orang yang cocok dengan dirinya saja. Akibatnya, jika ia banyak menghayati nilai-nilai atau norma yang tidak berlaku secara umum, ia cenderung berperilaku menyimpang. Terlebih jika sebagian besar teman-teman di sekelilingnya adalah orang yang memiliki perilaku menyimpang, kecenderungan besar orang itu akan menyimpang pula. Perilaku seseorang akan menyimpang jika kadar penyimpangannya lebih besar daripada kadar perilakunya yang wajar atau bersifat umum dan diterima masyarakat.

Contohnya, jika seorang siswa bergaul dengan orang-orang yang berperilaku menyimpang seperti pecandu narkoba, lambat laun ia akan mempelajari nilai-nilai dan norma itu, kemudian diserap dan dihayati dalam kepribadiannya yang akan berakhir dengan melakukan perbuatan tersebut.

2) Perilaku Menyimpang Karena Anomi (Anomie)

Menurut Durkheim (1897), anomi adalah suatu situasi tanpa norma dan tanpa arah sehingga tidak tercipta keselarasan antara kenyataan yang diharapkan dan kenyataan sosial yang ada. Teori ini menyatakan bahwa penyimpangan terjadi apabila dalam suatu masyarakat terdapat sejumlah kebudayaan khusus (etnik, agama, kebangsaan, kedaerahan, dan kelas sosial) yang dapat mengurangi kemungkinan timbulnya kesepakatan nilai (value consensus).

Dengan kata lain, anomi menggambarkan sebuah masyarakat yang memiliki banyak norma dan nilai, tetapi antara norma dan nilai yang satu dan yang lainnya bertentangan. Akibatnya, timbul keadaan tidak adanya seperangkat nilai atau norma yang dapat dipatuhi secara konsisten dan diterima secara luas. Masyarakat seperti itu tidak mempunyai pegangan yang mantap sebagai pedoman nilai dan menentukan arah perilaku masyarakat yang teratur.

Robert K. Merton menganggap anomi disebabkan adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan. Perilaku menyimpang akan meluas jika banyak orang yang semula menempuh cara-cara pencapaian tujuan dengan wajar kemudian beralih pada cara-cara yang menyimpang. Teori ini sangat cocok untuk menganalisis banyaknya perilaku menyimpang, seperti KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) yang sudah dinyatakan menjadi budaya di Indonesia.

3) Perilaku Menyimpang Karena Hubungan Diferensiasi [Sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi]

Penyimpangan terjadi karena harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana caranya menjadi seorang yang menyimpang. Proses belajar ini terjadi akibat interaksi sosial antara seseorang dan orang lain. Derajat interaksi bergantung pada frekuensi, prioritas, dan intensitasnya. Semakin tinggi derajat keempat faktor ini, akan semakin tinggi pula kemungkinan bagi mereka untuk menerapkan tingkah laku yang sama-sama dianggap menyimpang.

Contohnya, seseorang yang ingin berprofesi sebagai perampok karena terdesak kebutuhan hidup dan ingin cepat kaya dengan cara yang singkat dan tidak wajar, kemudian ia berusaha mempelajari cara-cara merampok dari teman-temannya yang lebih dahulu menjadi perampok. Setelah mengetahui cara-caranya, ia akan menjadi perampok mengikuti teman-temannya.

4) Perilaku Menyimpang Karena Pemberian Julukan (Labelling)

Perilaku menyimpang lahir karena adanya cap, julukan, atau sebutan atas suatu perbuatan yang disebut menyimpang. Dengan memberikan julukan pada suatu perilaku sebagai perilaku menyimpang, berarti kita menciptakan serangkaian perilaku yang cenderung mendorong orang untuk melakukan penyimpangan. Jadi, jika kita memberi cap terhadap seseorang sebagai orang yang menyimpang, julukan tersebut akan mendorong orang tersebut berperilaku menyimpang.

Teori ini menggambarkan bagaimana suatu perilaku menyimpang seringkali menimbulkan serangkaian peristiwa yang justru mempertegas dan meningkatkan tindakan penyimpangan. Pada kenyataannya dalam keadaan tertentu pemberian julukan mendorong timbulnya penyimpangan berikutnya. Dalam keadaan tertentu lainnya, pemberian julukan akan mendorong kembalinya orang yang menyimpang ke perilaku yang normal.

Contohnya, seorang siswa yang tertangkap basah menyontek ketika ujian, kemudian semua siswa di kelas itu memberi julukan pada dirinya “si tukang nyontek”, padahal ia baru sekali melakukan perbuatan itu. Oleh karena sudah diberi julukan demikian, siswa tersebut akan mempunyai kecenderungan melakukan perilaku itu terusmenerus karena sebagian besar siswa sudah berpandangan negatif terhadap dirinya.

Demikian penjelasan mengenai Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. – Belajar Bagus

Sebab-sebab Terjadinya Perilaku Menyimpang dari Sudut Pandang Sosiologi | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply