Organ Hewan dan Sistem Organnya

Organ Hewan – Update materi Biologi dari Belajar Bagus berikut tentang Organ Hewan. Sebuah organ hewan dibangun oleh beberapa jaringan. Contoh organ hewan adalah usus halus. Di usus halus terdapat jaringan otot polos, ikat kendur, epitel kubus lapis banyak, darah, dan saraf. Setiap jaringan memiliki fungsi tersendiri. Jaringan otot polos yang tersusun melintang dan memanjang membuat usus halus dapat melakukan gerakan peristaltik (gerak bergelombang akibat elaksasi dan kontraksi otot) untuk memindahkan makanan yang berada di dalam rongga usus. Jaringan saraf mengendalikan gerakan peristaltik pada otot tersebut.

Organ Hewan

Organ Hewan

Organ Hewan

Selain itu, bentuk usus disokong oleh jaringan ikat longgar sehingga gerakan peristaltik yang dilakukan dapat lebih optimum. Jaringan epitel yang melapisi rongga usus berperan dalam penyekresian enzim dan absorpsi sari makanan. Hasil absorpsi tersebut diangkut oleh jaringan darah yang berada di dalam arteri di balik jaringan epitel.

Lihat juga: Organ Dalam Manusia

Seluruh jaringan yang terdapat di dalam organ saling terkait dan bekerja teratur. Oleh karena itu, organ hewan memiliki fungsi yang sangat berbeda dengan fungsi masing-masing jaringan yang membentuknya. Organ hewan akan berhubungan dengan organ-organ lainnya dan membentuk sistem organ. Misalnya, usus halus akan berhubungan dengan usus besar, pankreas, usus dua belas jari, kantong empedu, lambung, tenggorokan, dan mulut membentuk suatu sistem organ hewan, yaitu sistem pencernaan makanan.

Berikut beberapa Organ hewan:

  1. Mata hewan berfungsi untuk melihat atau sebagai indra penglihatan bagi hewan. Organ ini antara lain terbentuk dari jaringan otot dan jaringan saraf.
  2. Paru-paru hewan berfungsi sebagai alat pernafasan pada hewan. Organ ini antara lain terbentuk dari jaringan otot dan jaringan saraf.
  3. Insang juga berfungsi sebagai alat pernapasan hewan khusus bagi hewan yang hidup di dalam air.
  4. Jantung hewan memiliki fungsi untuk memompa darah supaya beredar ke seluruh tubuh hewan. Setiap hewan memiliki bentuk jantung yang beragam. Organ ini antara lain terbentuk dari jaringan otot jantung, jaringan pengikat, dan jaringan saraf.
  5. Hati hewan berfungsi sebagai tempat menawarkan racun yang terbentuk dalam tubuh. Organ ini antara lain terbentuk dari jaringan otot, jaringan pengikat, dan jaringan saraf.
  6. Ginjal hewan merupakan organ yang menyaring plasma dan unsur -unsur plasma dari darah dan kemudian secara selektif menyerap kembali air dan unsur-unsur berguna yang kembali dari filtrate, yang selanjutnya mengeluarkan kelebihan dan produk buangan plasma. Bentuk ginjal pada semua hewan hampir sama yaitu menyerupai kacang kecuali ginjal sapi yang mempunyai lobul-lobul dan pada kuda yang ginjalnya menyerupai bentuk jantung.
  7. Lambung hewan merupakan organ yang berfungsi sebagai salah satu alat pencernaan. Organ ini antara lain terbentuk dari jaringan otot polos, dan jaringan pengikat. Pada hewan ruminansia seperti sapi dam domba, lambung dikhususkan untuk mencerna selulosa. Pada ternak ruminansia lambungnya terdiri atas atas empat ruangan yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum.
  8. Kelenjar ludah hewan berfungsi untuk meproduksi air ludah dan mensekresi enzim amilase dan berperan dalam memulai pencernaan makanan hewan, juga menyediakan kelembaban untuk mulut, sehingga mencegah kekeringan.
  9. Telinga hewan berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan tubuh. Organ ini terbentuk antara lain oleh jaringan otot, jaringan epitel, dan jaringan saraf.
  10. Kulit hewan berfungsi sebagai pelindung tubuh dan pengaturan suhu. Organ ini terbentuk antara lain oleh jaringan otot, jaringan epitel, dan jaringan saraf. Namun khusus cacing bernapas melalui permukaan kulit tubuhnya yang basah.
  11. Usus hewan berfungsi dalam proses mencerna makanan hewan itu sendiri. Terdapat dua macam usus hewan secara garis besar yaitu usus halus dan usus besar. Usus halus sendiri terbagi menjadi 3 bagian, yakni duodenum (usus 12 jari), jejenum (usus kosong), ileum (usus penyerapan). Usus besar atau kolon memiliki panjang kurang lebih 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens.

Sistem Organ Hewan

Makhluk hidup multiseluler adalah organisme dengan kompleksitas sistem yang tinggi. Pada organisme multiseluler, fungsi-fungsi hidupnya ditopang oleh sistem organ. Sistem organ hewan terdiri atas beberapa organ hewan yang bekerja sama menjalankan suatu proses yang menunjang kehidupan seluruh sistem-sistem organ yang lain. Keseluruhan sistem organ tersebut, akhirnya membentuk satu individu organism Pada umumnya, makhluk hidup multiseluler misalnya hewan, memiliki sepuluh jenis sistem organ sebagai berikut.

1. Sistem Pencernaan Makanan Hewan

Sistem ini berfungsi mengolah dan mengubah makanan, berupa molekul organik kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana (sari pati makanan) agar dapat diserap tubuh. Organ hewan yang terkait dengan fungsi sistem ini, antara lain mulut (kelenjar ludah, gigi, dan lidah), esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar.

2. Sistem Pernapasan Hewan
Sistem ini berfungsi menyediakan oksigen dan mengeluarkan sisa metabolisme yang berbentuk CO2. Sistem pernapasan tersusun oleh beberapa organ hewan, di antaranya saluran-saluran pernapasan yang meliputi faring, laring, dan trakea serta paru-paru yang meliputi sistem bronkus dan alveolus.

3. Sistem Sirkulasi Hewan
Sistem ini berfungsi mengangkut dan mendistribusikan oksigen, air, dan sari makanan berupa molekul-molekul organik seperti glukosa. Selain itu, berfungsi juga mengangkut hasil sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh. Sistem ini terdiri atas organ hewan, seperti jantung, arteri dan vena, pembuluh limfa, dan kelenjar limfa.

4. Sistem Ekskresi Hewan
Sistem ini berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolisme, selain CO2 atau cairan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga titik keseimbangan cairan tubuh. Sistem ekskresi tersusun atas beberapa organ hewan, seperti ginjal, kantung urine, ureter, kelenjar keringat, dan uretra.

5. Sistem Endokrin Hewan

Sistem ini mengatur aktivitas tubuh, seperti pertumbuhan dan homeostasis. Sistem ini tersusun oleh berbagai macam kelenjar, seperti kelenjar hipofisis, epifisis, kelenjar anak ginjal, dan kelenjar gondok.

6. Sistem Saraf Hewan
Sistem saraf berperan dalam menyampaikan rangsang yang diperoleh dari lingkungan, mempersepsikan rangsang, untuk kemudian merespons rangsang tersebut.

7. Sistem Rangka Hewan

Sistem ini berfungsi menopang dan memberi bentuk pada tubuh. Sistem rangka berfungsi juga melindungi bagian-bagian tubuh yang lunak atau rentan, seperti tengkorak yang berfungsi melindungi otak.

Contoh Rangka Hewan

Contoh Rangka Hewan

Selain itu, system ini juga berfungsi sebagai tempat melekatnya otot rangka yang sangat dibutuhkan dalam gerak aktif. Jaringan darah juga dibentuk di dalam sumsum tulang.

8. Sistem Otot Hewan
Sistem ini adalah alat gerak utama serta membentuk postur tubuh. Dalam otot, disimpan glikogen yang berfungsi sebagai cadangan energi yang akan digunakan oleh otot untuk berkontraksi. Organ hewan yang berada dalam system otot ini adalah otot rangka (otot lurik), otot polos, dan otot jantung.

9. Sistem Reproduksi Hewan
Sistem ini berkaitan dengan perbanyakan diri (perkembangbiakan). Organ hewan penyusun sistem reproduksi pada setiap jenis hewan berbeda.

10. Sistem Kekebalan dan Limfatik Hewan

Sistem ini berfungsi sebagai pertahanan tubuh melawan penyakit. Sistem ini terdiri atas sumsum tulang, kelenjar timus, kelenjar limfa, dan pembuluh limfa.

Demikian penjelasan tetang organ hewan, semoga bermanfaat.

Baca juga penjelasan tentang Organ Penapasan Manusiadan Jaringan Tumbuhan.

Organ Hewan dan Sistem Organnya | Wawang Armansyah | 4.5
Leave a Reply